Matatelinga.com, Amerika Serikat menjadi tuan rumah gelaran keempat Konferensi Tingkat Tinggi Keamanan Nuklir. Bertempat di Washington DC, Presiden Barack Obama memfokuskan pembahasan pada dua isu utama yang sedang genting yakni ancaman terorisme dan Korea Utara (Korut).Isu terorisme dipandang penting mengingat adanya sejumlah upaya dari kelompok teroris ISIS untuk mengembangkan teknologi nuklir. Rencana berbahaya itu terungkap dari plot serangan mereka di Brussels pada Selasa 22 Maret 2016.Komputer yang disita polisi dari lokasi persembunyian pelaku menunjukkan organisasi ekstremis itu sudah mengambil langkah-langkah taktis, seperti menguntit seorang ilmuwan nuklir terkemuka di Belgia. Mereka bahkan merekam aktivitas sang ilmuwan, baik saat-saat dia keluar maupun masuk ke rumahnya.“Mengingat ancaman terus ditimbulkan oleh organisasi seperti kelompok teroris yang kita sebut ISIL, atau ISIS. Kami akan bergabung dengan negara-negara sahabat dalam meninjau upaya kontraterorisme yang ada. Ini penting untuk mencegah jaringan paling berbahaya di dunia memperoleh senjata yang paling berbahaya di dunia," tulis Obama dalam sebuah kolom opini di Washington Post, seperti dikutip dari NBC News dan dilansir dari laman okezone.com, Jumat (1/4/2016).Dihadiri sekira 50 kepala negara dan pemerintahan, pertemuan ini akan mendiskusikan strategi untuk menurunkan serta menghancurkan eksistensi ISIS.Selain berfokus pada pemberantasan kelompok teroris asal Irak dan Suriah tersebut, KTT Nuklir yang diadakan selama dua hari ke depan ini juga akan membahas ancaman nuklir yang dilontarkan Korut.(Fit)