Matatelinga.com, Pasukan Filipina terlibat kontak senjata dengan militan Abu Sayyaf pada Sabtu 9 April. Sedikitnya, 18 tentara tewas dan 53 lainnya luka berat. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan prihatin, simpati, dan duka cita kepada Menlu Filipina.Seperti diberitakan, kontak senjata pecah di wilayah Basilan, selatan Filipina. Selain menewaskan tentara, lima militan Abu Sayyaf turut menjadi korban tewas dalam kontak senjata tersebut. Retno memastikan operasi tersebut bukanlah operasi pembebasan bagi WNI."Dari informasi yang kita peroleh dari berbagai pihak, 10 WNI kita tidak berada di Basilan," ujar Retno dalam konferensi pers di Gedung Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (11/4/2016). Dikutip dari laman okezone.comKetika ditanya mengenai tebusan yang diminta militan Abu Sayyaf kepada Indonesia, Retno memastikan negara tidak boleh terlibat dalam masalah penebusan."Dalam prinsip kita tidak boleh ada tebusan," pungkasnya.(Fit)