Matatelinga.com, Presiden Brasil Dilma Rousseff semakin dekat dengan pemakzulan. Majelis Rendah Negeri Samba siap untuk melakukan voting pada Minggu 18 April 2016 untuk mengusulkan pemakzulan itu ke Senat. Tak pelak, perempuan 68 tahun itu kini tengah dalam tekanan hebat.Jika jadi dimakzulkan, Rousseff mau tidak mau harus menyerahkan jabatannya kepada Wakil Presiden Michel Temer. Sedikit frustrasi, perempuan asal Belo Horizonte itu menyebut wakilnya pengkhianat dan dalang di balik kudeta.“Jika ada keraguan tentang pengkhianatan bahwa kudeta tengah berlangsung, maka sekarang sudah jelas,” ucap Rousseff dengan ketus, seperti dilansir Channel News Asia dan dikutip dari laman okezone.com, Rabu (13/4/2016). Ketika ditanya mengenai bocoran pidato Temer jika naik jabatan, perempuan berambut pendek itu mengatakan topeng yang dipakai oleh penggagas konspirasi telah tersibak.“Kita hidup di waktu yang aneh dan mengkhawatirkan, waktu mendekati kudeta, kepura-puraan, dan pengkhianatan,” imbuhnya. Rousseff dituduh melanggar undang-undang fiskal untuk menutupi buruknya keuangan negara saat dirinya terpilih sebagai presiden periode kedua pada 2014.Survei terakhir dari Majelis Rendah menunjukkan 298 dari 513 orang setuju membawa rekomendasi pemakzulan ke Senat. Sedangkan 119 menolak serta 96 lagi menyatakan abstain. Dibutuhkan sedikitnya 342 suara untuk membawa rekomendasi Majelis Rendah ke Senat.Jika pemakzulan dibawa ke Senat, maka mereka memutuskan apakah akan membuka persidangan, sesuatu yang akan membuat Rousseff ditangguhkan sementara dari jabatannya hingga 180 selama proses persidangan.(Fit)