Matatelinga.com, Wali Kota Davao, Rodrigo Duterte, dikenal sebagai pribadi yang suka bicara blak-blakan. Kandidat terkuat calon Presiden (capres) Filipina itu kembali membuat kontroversi dengan menyebut akan membunuh anaknya jika terbukti memakai narkoba.Sebelumnya, Duterte menyulut kontroversi dengan menggunakan kasus pemerkosaan serta pembunuhan misionaris Australia, Jacqueline Hamill, sebagai bahan candaan. Pria 71 tahun itu mengatakan seharusnya dia mendapat kehormatan memerkosa perempuan cantik itu pada giliran yang pertama.Duterte dikenal sebagai orang yang berhasil membersihkan Kota Davao dari aksi kriminal. Namun, dia menggunakan tim pembunuh (dead squad) untuk membersihkan para penjahat. Dalam kampanye yang disiarkan televisi, Duterte terang-terangan mengakui dirinya adalah pembunuh.“Mereka bilang saya pembunuh. Mungkin saja benar saya pembunuh,” ujar Duterte, seperti dimuat TIME dan dikutip dari laman okezone.com, Senin (25/4/2016). Saat dirinya ditanya apa yang akan dilakukan jika salah satu anaknya terlibat narkoba, tanpa tedeng aling-aling Duterte menjawab, “Saya akan bunuh dia”.Meski berulang kali menyulut kontroversi, nyatanya Duterte tetap menjadi kandidat terdepan dalam bursa pemilihan Presiden Filipina menggantikan Benigno Aquino Junior. Dalam jajak pendapat terakhir pada Minggu 24 April 2016, Duterte meraih 33 persen suara dan mengungguli rivalnya, Senator Grace Po yang meraih 24 persen suara.(Fit)