Matatelinga.com, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan dukungannya terhadap sistem sekuler yang kini dianut Turki. Dia mengatakan bahwa negara harus memiliki jarak yang sama dengan semua keyakinan beragama.Hal ini disampaikan Erdogan sehubungan dengan usulan yang disampaikan oleh juru bicara Parlemen Turki dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKAP) Ismail Kahraman terkait perumusan konstitusi agama di Turki.“Sebagai negara Muslim, mengapa kita harus berada di posisi di mana agama dikebelakangkan? Kita adalah negara Islam. Sebagai konsekuensinya, kita harus memiliki sebuah konstitusi agama,” kata Kahraman pada Selasa, 26 April.Erdogan dalam komentarnya yang disiarkan televisi Turki dari Zagreb, Kroasia, menganggap usulan dari Kahraman hanyalah pendapatnya sendiri dan bertentangan dengan prinsip dasar Republik Turki.“Pandangan saya sangat jelas mengenai hal ini... Kenyataannya adalah negara seharusnya memiliki jarak yang sama dari semua keyakinan religius... Ini adalah sebuah laisisme (sekularisme, red),” kata Erdogan sebagaimana dilansir Reuters dan dikutip dari laman okezone.com, Kamis (28/4/2016).Komentar yang disampaikan Kahraman itu mendapat kecaman dari kelompok oposisi dan sempat menimbulkan unjuk rasa singkat. Mantan menteri kebudayaan Turki itu kemudian mengatakan bahwa komentarnya itu adalah pandangan pribadinya.(Fit)