Matatelinga.com, Ketegangan antara Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) menjadi perhatian seluruh masyarakat dunia. Kedua negara berbeda paham itu pun saling melemparkan propaganda yang memperburuk keadaan.Demi mengurangi ketegangan di Semenanjung Korea, Presiden Federasi Asosiasi Sepakbola Dunia (FIFA), Gianni Infantino, menginginkan sebuah pertandingan persahabatan antara tim nasional kedua negara. Pertandingan tersebut diyakini akan merefleksikan spirit sepakbola sejati.“Kita harus membawa semua orang bersama-sama dalam pertandingan sepakbola. Saya siap membantu dan mendukung dengan cara apa pun,” ujar Infantino dalam kunjungannya ke Seoul, Korsel, seperti dimuat Channel News Asia dan dilansir dari laman okezone.com, Kamis (28/4/2016).Ketegangan antara kedua negara meningkat sejak Pyongyang menguji coba bom hidrogen pada 6 Januari 2016 dan tes rudal balistik jarak jauh pada 7 Februari. Relasi kedua negara memburuk ke level terendah dalam beberapa dekade terakhir. Seluruh jaringan komunikasi antar keduanya diputus.Terakhir kali Timnas Korut dan Korsel mengadakan pertandingan persahabatan adalah pada di 2005 di Seoul. Sebelumnya, kedua negara sempat memainkan pertandingan secara berturutan pada Oktober 1990 di Seoul dan Pyongyang bertajuk ‘Unifikasi Intra-Korea’.“Terkadang imajinasi bisa menjadi kenyataan. Terkadang impian bisa menjadi kenyataan. Hal-hal seperti itu (pertandingan antar-kedua Korea) bisa saja menjadi kenyataan,” jelas Infantino.Pertemuan terakhir kedua negara dalam partai resmi FIFA terjadi pada Kualifikasi Piala Dunia 2010. Secara total keduanya bertemu empat kali dalam partai kualifikasi dengan masing-masing mendapat jatah dua kali pertandingan kandang. Korut terpaksa memainkan pertandingannya di China. Sedangkan Negeri Ginseng dapat memainkan pertandingan kandang di Seoul.(Fit)