Matatelinga.com, Tragedi kemanusiaan dan kejahatan perang tengah menimpa Negeri Syam, Suriah. Puncaknya terjadi pada 29 dan 30 April 2016. Serangan brutal oleh rezim pemerintahan berkuasa ini mengakibatkan lebih dari 250 orang tewas dan ribuan lainnya terluka di Aleppo.Lebih dari 1.300 serangan udara dilancarkan oleh rezim Presiden Suriah Bashar al Assad dan militer Rusia dengan tujuan fasilitas umum seperti rumah sakit di Aleppo, perkantoran, dan pemukiman. Tenaga medis pun ikut menjadi korban dengan terbunuhnya beberapa dokter dan hancurnya rumah sakit.Kemudian akibat kondisi darurat di Aleppo tersebut, pada 28 April 2016, Salat Jumat ditangguhkan demi keselamatan seluruh warga di sana.Terkait insiden itu, Organisasi Dakwah Salam Universitas Indonesia (UI) dan Lembaga Dakwah Fakultas se-UI menentang tindakan pelanggaran berat hak asasi manusia (HAM) oleh rezim Presiden Bashar al Assad dan Rusia terhadap warga sipil Suriah. Mereka meminta Dewan Keamanan PBB agar segera mengambil langkah konkret dalam mewujudkan perdamaian di sana."Kami juga meminta Pemerintah Indonesia bersikap tegas dan ikut andil dalam penyelesaian tragedi kemanusiaan yang melanda Suriah, serta membantu para korban," kata Ketua Salam UI, Rangga Kusumo, Rabu (4/5/2016). Seperti dilansir dari laman okezone.comSalam UI juga menuntut Pemerintah Indonesia mengembalikan Duta Besar Suriah dan Rusia di Indonesia ke negara asal. Rangga mengajak seluruh elemen masyarakat di penjuru tanah air untuk sama-sama mendoakan dan membantu saudara kita di Suriah."LD se-UI juga membuka kesempatan untuk berdonasi melalui kitabisa.com/suriahberdarah. Juga mari kita berikan dukungan terbaik dengan berpartisipasi di twibbon.com/Support/suriah-berdarah-2," ungkap Rangga.(Fit)