Matatelinga.com, Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengumumkan pemecatan komandan dari 10 pelaut Negeri Paman Sam yang tersasar di wilayah perairan Iran pada Januari silam. Mereka sempat ditahan oleh Teheran selama beberapa hari. Insiden tersebut dikhawatirkan berkembang menjadi krisis internasional.Angkatan Laut AS menyatakan kehilangan kepercayaan terhadap Komandan Eric Rasch yang telah menjadi pejabat eksekutif di skuadron tersebut hingga berujung pemecatan pada Kamis 12 Mei 2016. Rasch menjadi orang pertama yang diasingkan dari publik usai investigasi awal terhadap insiden yang terjadi dekat Kepulauan Farsi itu.Seperti dimuat New York Times dan dikutip dari laman okezone.com, Jumat (13/5/2016), seorang pejabat AS yang berbicara dalam status anonim mengatakan bahwa komandan pasukan AL di Timur Tengah juga telah mengambil tindakan non-yudisial terhadap pelaut lain yang terlibat dalam insiden tersebut. Bentuk hukuman terhadap mereka bisa bermacam-macam, seperti teguran atau bimbingan verbal.AL AS belum merilis hasil investigasi. Namun pada Februari 2016, militer mengatakan ada dugaan penyadapan pada saat insiden karena mesin diesel pada salah satu kapal mengalami masalah teknis. Dua kartu SIM juga dicabut dari telefon satelit milik para pelaut.Menjelaskan pemecatan Rasch, para pejabat AS mengatakan bahwa dia telah gagal memberikan kepemimpinan efektif hingga menyebabkan kurangnya pengawasan, kepuasan, dan kegagalan untuk mempertahankan standar di unit pimpinannya.Pemerintahan Barack Obama juga mengatakan pembebasan kilat para pelaut menunjukkan kekuatan diplomasi dan janji hubungan baru dengan Iran. Politikus Partai Republik di Kongres AS mengkritiki kesepakatan dengan Iran tersebut. Beberapa mengatakan penahanan para pelaut menunjukkan betapa sedikitnya rasa hormat Iran terhadap Amerika Serikat.(Fit)