Matatelinga.com, Polisi telah berhasil menemukan tersangka dalam insiden penembakan di konser rapper TI di Irving Plaza, New York pada Rabu 25 Mei 2016 malam waktu setempat. Orang yang berjasa mengacaukan pagelaran musik penyanyi rap tersebut tak lain adalah Roland Collins, yang juga berprofesi sebagai rapper.Dikenal dengan nama panggung Troy Ave, kini Collins harus menghadapi ancaman kurungan penjara dengan dakwaan kasus pembunuhan dengan senjata api (senpi). Empat orang menjadi korban dari aksi kriminalnya itu, di mana seorang di antaranya meninggal.Diwartakan Belfast Telegraph dan dikutip dari laman okezone.com, Jumat (27/5/2016), identitas Collins teridentifikasi dari rekaman cctv di Irving Plaza. Dalam video berdurasi delapan detik tersebut, rapper 33 tahun itu tampak mengenggam senpi saat memasuki ruang VIP.Ketika letusan pertama mengagetkan penonton, membuat mereka berjongkok di bawah meja dan merangkul satu sama lain, Collins sempat menyisir ruangan dengan senjatanya. Lalu kembali menembak.Ada sedikitnya 1.000 orang memadati aula konser tersebut pada saat insiden. Motif penembakan masih dalam investigasi lebih lanjut. Akan tetapi, Komisaris Polisi William Bratton menyalahkan cara hidup para rapper sebagai penyebab terjadinya kekerasan di konser-konser musik serupa.“(Penembakan itu terjadi karena) dunia ini gila. Dunia para rapper yang pada dasarnya merayakan kekerasan seumur hidupnya. Musik, sayangnya, sering kali merayakan kekerasan dan budaya obat-obatan, serta degradasi kaum perempuan,. Sungguh disayangkan, mereka mendapat ketenaran dan keberuntungan dari hal seperti itu,” ujarnya.Menanggapi pernyataan Bratton, Wali Kota New York Bill de Blasio meyakini kombespol itu hanya meracau karena frustrasi. “Saya rasa tidak tepat mengeneralisasikan semua genre dalam satu pandangan seperti itu. Ada juga penyanyi rap dan hip hop yang melakukan hal-hal luar biasa, berbuat baik bagi dunia,” komentarnya.Menurut keterangan polisi setempat, ini merupakan ketiga kalinya kasus penembakan mewarnai konser rapper pemenang penghargaan Grammy tersebut. Pada 2006 di Ohio, seorang petugas keamanan terbunuh dan tiga penonton terluka.(Fit)