Matatelinga.com, Badan PBB untuk Pengungsi, UNHCR, memperkirakan 700 pengungsi tewas di tiga tempat berbeda di Laut Mediterania dalam beberapa hari terakhir. Mereka diyakini berusaha mencapai wilayah selatan Eropa lewat Italia dengan perahu yang tidak layak digunakan melintasi laut.Juru bicara UNHCR, Carlotta Sami, sedikitnya 100 orang hilang dalam kasus terbaliknya perahu pengungsi pada Rabu 25 Mei 2016. Sementara 550 orang lainnya dikhawatirkan hilang setelah perahu selundupan yang mereka tumpangi karam pada Kamis 26 Mei pagi setelah meninggalkan Libya satu hari sebelumnya.Seperti diwartakan USA Today dan dilansir dari laman okezone.com, Minggu (29/5/2016), menurut Carlotta, perahu yang terbalik itu ditumpangi oleh sekira 670 orang. Perahu tersebut tidak memiliki mesin sehingga harus ditarik oleh perahu pengungsi lainnya sebelum terbalik dan tenggelam.Sedikitnya 25 orang dari perahu tersebut berhasil mencapai perahu di depannya dan selamat. Sedangkan 79 lainnya diselamatkan perahu penyelamat internasional dan 15 jenazah berhasil diangkat dari perairan.Pada kapal ketiga yang tenggelam Jumat 27 Mei, 135 orang berhasil diselamatkan. Petugas juga berhasil menarik 45 jenazah dari perairan. Namun, mereka tidak mengetahui pasti jumlah pengungsi lainnya yang hilang akibat tenggelamnya kapal.Carlotta menerangkan, seluruh pengungsi yang selamat dibawa ke Pelabuhan Taranto dan Pozzallo, Italia. UNHCR berusaha menggali keterangan dari para korban selamat yang mayoritas mengaku masih terguncang akibat insiden tersebut.Bagian selatan Italia merupakan tujuan utama dari sejumlah besar pengungsi yang datang dengan perahu dari Libya setiap pekannya. Para pengungsi diyakini berdatangan Eropa karena mencari penghidupan yang lebih baik di Benua Biru. Sayangnya, ratusan dari mereka setiap tahunnya tewas saat melewati Laut Mediterania yang dikenal berbahaya.(Fit)