Matatelinga.com, Iran melaksanakan hukuman gantung terhadap seorang pria berusia 21 tahun yang didakwa atas tuduhan pemerkosaan terhadap puluhan perempuan di Kota Shiraz pada Minggu, 5 Juni 2016.Pria yang diidentifikasi sebagai Amin D, dikenal dengan julukan ‘Vaseline Man’ di media-media Iran karena meminyaki tubuhnya sebelum melakukan serangan menjelang fajar terhadap para perempuan di rumah mereka. Aksinya tersebut menimbulkan teror di kota berpenduduk 1,5 juta jiwa tersebut.“Pelaku ditangkap pada Agustus 2015 dengan bantuan rekaman CCTV yang diberikan salah satu korbannya, DNA, kecocokan golongan darah, dan bukti-bukti lain yang tertinggal di lokasi kejadian,” kata Jaksa Penuntut Shiraz, Ali Salehi kepada Mizan Online “Dia dijatuhi hukuman mati atas kerusakan di muka bumi dan menciptakan rasa tidak aman di Shiraz dengan masuk ke dalam rumah sejumlah besar warga pada malam hari dan melakukan pelecehan seksual dan pemerkosaan kepada para perempuan,” tambahnya sebagaimana dilansir The Express Tribune,dan Dilansir dari laman okezone.com Senin (6/6/2016).Perusakan di bumi adalah kejahatan paling serius dalam hukum Islam yang digunakan di Iran sejak revolusi 1979 dan dapat diganjar dengan hukuman mati.Tahun lalu, Kepala polisi Provinsi Fars, Ahmad Goudarzai mengatakan bahwa pelaku baru diidentifikasi setelah dia meninggalkan celananya dengan label binatu di lokasi kejadian serangan. Dari bukti itu, polisi kemudian mempersempit pencarian mereka pada 15 ribu orang dengan nama keluarga yang sama.Akhirnya, mereka menggunakan sampel DNA untuk mengidentifikasi dan menangkap tersangka.Polisi mengatakan bahwa tersangka pernah ditangkap dua tahun sebelumnya atas pencurian ponsel, akan perempuan yang menjadi koran terlalu malu untuk melaporkan pelecehan seksual dan Amin D bebas beberapa saat kemudian.Amin D digantung bersama seorang lagi yang dituduh memerkosa dan membunuh seorang perempuan.(Fit)