Alkohol

Pemerintah AS Melarang Prajuritnya Menenggak Alkohol

Admin - Senin, 06 Juni 2016 16:23 WIB
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) memberlakukan larangan menenggak alkohol bagi para prajuritnya yang berbasis di Kepulauan Okinawa, Jepang. Hal ini dilakukan setelah kecelakaan yang menewaskan dua warga lokal karena ditabrak prajurit AS yang mabuk.“Selama beberapa dekade kita menikmati hubungan yang kuat dengan Jepang. Sangat penting setiap prajurit mengerti bagaimana tindakan kita memengaruhi hubungan dan aliansi Jepang-AS secara keseluruhan,” tutur komandan pasukan AL AS di Jepang, Laksamana Muda Matthew Carter, seperti diwartakan NBC News, Senin (6/6/2016).AS memiliki 18.600 prajurit yang berbasis di Jepang. Pelarangan alkohol diberlakukan setelah penahanan seorang bintara bernama Aimee Mejia yang berbasis di Pangkalan Udara Kadena, Okinawa pada Sabtu 4 Juni larut malam waktu setempat. Pria berusia 21 tahun itu berjalan di lajur yang salah di jalan tol hingga menabrak kendaraan lain.Insiden tersebut terjadi di saat militer AS tengah memberlakukan masa berkabung selama 30 hari setelah seorang warga sipil Negeri Paman Sam yang bekerja untuk militer ditangkap atas dugaan membuang jasad seorang warga Jepang berusia 20 tahun.Dilansir dari laman.comKemarahan warga lokal Okinawa membuat rencana pemindahan pangkalan Futenma ke wilayah yang lebih sedikit penduduknya di Okinawa terancam. Pemindahan pangkalan tersebut disetujui pada 1995 setelah seorang pelajar diperkosa anggota militer AS hingga menimbulkan demonstrasi massal.Seluruh pelaut AS di Jepang diminta tetap berada di basisnya dan dilarang untuk minum alkohol hingga setiap prajurit mengerti dampak perilaku yang tidak bertanggung jawab bagi aliansi Jepang-AS. Sementara pelaut yang tinggal di luar pangkalan hanya diperbolehkan bepergian dari dan menuju pangkalan untuk melakukan aktivitas yang penting.Namun, larangan tersebut tidak berlaku bagi anggota keluarga dan warga sipil AS yang menjadi kontraktor di pangkalan tersebut yang jumlahnya mencapai 35 ribu orang. Pun begitu, mereka hanya diimbau untuk mengikuti peraturan tersebut demi rasa solidaritas.(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Wapang TNI Tinjau Kesiapan Yonif TP di Sumedang dan Majalengka

Berita

Konsumsi Alkohol Sebelum Berhubungan Intim Justru Memengaruhi Gairah, Apa Benar...?

Berita

Saling Sandera di Cipete: Ketika Hukum Jadi Alat Barter

Berita

Saksi Sidang Kasus Satelit Orbit 123 BT Emosional: Demi Allah, Leonardi Gak Layak Dihukum

Berita

Kodim 0205/TK Gelar PSJM

Berita

Panglima TNI Perkuat Kepemimpinan Unggul dan Inovatif Hadapi Tantangan Global