Matatelinga.com, Untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir, Kota Daraya dikirimi makanan oleh Bulan Sabit Merah Arab Suriah dan PBB. Namun kebahagiaan itu ternyata tidak berlangsung lama, karena sejam mengecap kenyang, mereka dibombardir sebanyak 20 kali oleh pemerintah Suriah.PBB khawatir hanya sedikit orang yang selamat setelah digempur bom barel sebanyak itu. Padahal, rombongan PBB baru saja berhasil memberi makan kurang dari sepertiga penduduk kota yang lama diduduki pemberontak itu, yakni melegakan perut 2.400 orang Daraya.Dilansir dari laman okezone.comSeorang penduduk setempat mengaku sangat bersyukur bisa melihat tepung dan kacang-kacangan lagi untuk pertama kalinya dalam setahun terakhir. “Kami jelas sekali sangat bergembira melihat makanan, tetapi kami harus membaginya di antara kami, dan khawatir makanan itu tidak akan cukup untuk bulan berikutnya,” tutur warga lokal yang tidak mau disebutkan namanya tersebut, seperti disitat dari Telegraph, Sabtu (11/6/2016).Sepekan lalu (Rabu 1 Juni 2016), PBB hanya mengizinkan penyaluran bantuan kesehatan, berupa obat-obatan, vaksin dan susu formula bayi. Baru pada pekan ini, lembaga perdamaian dunia itu memutuskan untuk mengirim juga bantuan pangan. Akan tetapi, bantuan itu sirna sekejap akibat serangan mendadak dari militer Assad.BBC melaporkan, sedikitnya 30 bom barel diterjunkan dari helikopter ke atas Daraya. Kota di Damaskus, yang dilanda perang berkepanjangan antara militer pemerintah dan pemberontak sejak 2012.Daraya telah menjadi benteng pertahanan pemberontak sejak saat Agustus tahun itu. Lebih dari 7.000 orang dari kedua belah pihak yang berseturu, termasuk warga sipil meninggal akibat perang di Daraya. Sementara 6.000 lainnya yang bertahan hidup, menderita kelaparan setelahnya.“Tidak banyak penduduk lokal yang menunggu (bantuan datang), karena mereka sudah tidak percaya lagi pada janji-janji. Dan karena bom di kota itu, orang-orang jadi takut keluar dan berkumpul membentuk kelompok,” ujar Martar, seorang narasumber setempat.(Fit)