Matatelinga.com, Penentuan suksesor Presiden Barack Obama semakin mendekati babak akhir. Pemilihan Pendahuluan (primary) kini tengah berlalu dengan kemenangan untuk Hillary Clinton sebagai perwakilan Demokrat. Sementara Partai Republik sudah sejak Mei 2016, membiarkan Donald Trump melaju sendirian.Dilansir dari laman okezone.comDengan hasil akhir ini, Hillary akan mulai memfokuskan kampanyenya untuk mengalahkan capres Republik. Namun begitu, dia mengaku butuh bantuan rival separtainya, Bernie Sanders untuk menandingi Trump.“Saya sangat menantikan dukungan darinya dalam kampanye berikutnya, karena Donald Trump menjadi ancaman serius bagi negara kita,” terang mantan menteri luar negeri AS itu kepada Telemundo, sebagaimana dikutip dari CBS News, Rabu (15/6/2016).Tidak hanya Hillary yang mengakui aura berbahaya dari Trump. Presiden Barack Obama pun sudah mematenkan miliarder AS itu sebagai sosok yang berbahaya dan sangat tidak Amerika. Pernyataan itu disampaikan Obama dalam pidato berapi-apinya di Departemen Pengelolaan Kas Negara pada Selasa 14 Juni 2016 waktu setempat.Pria berdarah Kenya itu secara terang-terangan marah dengan tuduhan Trump yang menyebut dirinya terlibat dalam insiden penembakan di Orlando pada Minggu 12 Juni 2016. Ia juga mengkritik keras seruan baru Trump melarang imigran Muslim karena menjadi bibit teroris.(Fit)