Matatelinga.com, Setelah rakyat Britania Raya minta keluar dari Uni Eropa, perpecahan mulai menyeruak di seantero Benua Biru. Seruan-seruan referendum sejenis mulai terdengar dari kelompok nasionalis serta kanan ekstrem.Ketua Partai Front Nasional Prancis, Marine Le Pen, mengucapkan selamat kepada pendukung Brexit. Dia mengajak rakyat Prancis mengikuti jejak Inggris.Dilansir dari laman merdeka.com"Seperti yang selalu saya sampaikan bertahun-tahun, Prancis dan negara-negara Eropa lainnya wajib menggelar referendum seperti di Britania," kata Le Pen lewat akun Twitternya dikutip oleh BBC, Jumat (24/6).Komentar serupa dilontarkan oleh Geert Wilders, politikus anti-Islam dari Belanda. Dia menuntut rakyat Negeri Kincir Angin dibolehkan memilih pisah dari Uni Eropa.Wilders menyatakan Uni Eropa selama ini hanya membebani negaranya dengan pengungsi serta aturan-aturan perdagangan yang memberatkan pengusaha lokal."Kami ingin berkuasa atas negara kami, mata uang kami, perbatasan kami, serta kebijakan imigrasi kami," kata Wilders.Peluang Belanda menggelar referendum soal Uni Eropa cukup besar, mengingat survei bulan lalu menyatakan 54 persen warga ingin melakukannya.Menteri Luar Negeri Austria, Sebastian Kurz, pesimis Uni Eropa bisa bertahan. Walaupun tidak langsung bubar, namun keluarnya Inggris menambah beban Jerman dan Prancis untuk menyatukan 25 negara anggota lain. Terutama karena beberapa negara di Eropa kini didominasi politikus sayap kanan yang anti-imigran dan bertendensi nasionalis."Efek domino bagi negara lain yang ingin keluar tidak bisa kita abaikan," kata Kurz.(Fit)