M
atatelinga.com, Colvin dan juru foto asal Prancis Remi Ochlik tewas di Kota Homs, Suriah pada 2012 saat meliput perang yang kini sudah memasuki tahun kelima ituKeluarga wartawan Amerika Serikat (AS) Marie Colvin mengajukan gugatan kepada pemerintah Suriah lewat pengadilan di Washington. Mereka menuntut pemerintahan Presiden Bashar al Assad karena dianggap membunuh kerabatnya itu.
Dalam gugatan, mereka menuduh pemerintah Suriah dengan sengaja menembak dengan roket studio siaran di mana Colvin dan wartawan lainnya tinggal serta bekerja. Mereka menuduh pemerintah Suriah sengaja melakukan serangan untuk membungkam media lokal dan internasional.
Keluarga Colvin juga menyertakan bukti berupa salinan faksimili bertanggal Agustus 2011 yang diyakini dikirim oleh Biro Keamanan Nasional Suriah berisi instruksi untuk melakukan operasi militer kepada mereka yang merusak citra Suriah di hadapan media asing dan organisasi internasional.
“Kasus ini adalah tentang bagaimana melanjutkan pekerjaan Marie. Kami mencari kebenaran dan keadilan bukan hanya untuk Marie, tetapi juga ribuan warga Suriah tak berdosa yang tersiksa atau terbunuh di bawah kediktatoran Assad,” tutur saudari Marie, Cathleen Colvin, seperti dilansir Reuters, Senin (11/7/2016).
Kelompok Wartawan Tanpa Batas (RWB) mendukung langkah yang diambil keluarga Marie Colvin itu. Sekretaris Jenderal RWB, Christophe Deloire, berharap langkah tersebut dapat membantu mengungkap fakta, terutama bagaimana wartawan secara khusus menjadi target serangan karena meliput kejahatan yang dilakukan militer Suriah terhadap warga sipil.
Investigasi atas pembunuhan Remi Ochlik pernah diterbitkan oleh Prancis pada 2012. RWB, sebagai pihak yang berkepentingan, akan memasukkan gugatan di pengadilan AS itu kepada penyidik Prancis pada Senin (11/7) siang waktu setempat.
(Mtc)