Matatelinga.com, Perang saudara di Suriah turut direcoki kelompok teroris ISIS. Presiden Suriah, Bashar al-Assad pun nyaris patah arang. Beruntung sekutunya, Rusia, bersedia ikut turun tangan dan diakui Assad, Rusia turut berperan besar menyokong pasukannya memerangi ISIS. “Pasukan Suriah telah membuat perkembangan besar baru-baru ini. Takkan butuh lebih dari dua bulan (merampungkan perang),” cetus Assad kepada NBC News dan dikutip dari laman okezone.com, Kamis (14/7/2016). “Dukungan Rusia telah mengubah jalannya perang melawan teroris. Dukungan itu faktor yang krusial. Politik Rusia sendiri tidak mendasarkan atas pembuatan kesepakatan, melainkan melandaskan nilai-nilai,” imbuhnya. Tidak seperti Amerika Serikat (AS) yang dianggapnya, justru tidak serius ikut memerangi dan membasmi ISIS. Niat terselubung AS tak lepas dari keinginan Negeri Paman Sam menjatuhkan rezimnya.(Fit)