Matatelinga.com, Dikeluarkan putusan sengketa Laut China Selatan (LCS) oleh mahkamah arbitrase internasional di Den Haag, tensi antara China dan sejumlah negara termasuk Jepang semakin menegangkan.Baru-baru ini, saat terjadi pertemuan puncak antar sejumlah negara di Mongolia, Perdana Menteri (PM) China, Li Keqiang tiba-tiba meminta Jepang agar berhenti mengurusi soal LCS. Hal itu disampaikan Li kepada PM Jepang, Shinzo Abe yang ikut mengadiri acara tersebut.Dalam pertemuan itu, Li menegaskan bahwa posisi China terkait LCS adalah jelas dan sesuai dengan hukum internasional."Jepang bukanlah negara yang terkait langsung dengan sengketa LCS. Karena itu, kalian harus berhati-hati dalam berucap dan bertindak. Mulai saat ini, jangan lagi mengurusi dan mengintervensi masalah LCS," ujar Li kepada PM Jepang, sebagaimana dilansir Tribune Reporter, Sabtu (15/7/2016).Setelah ditegur, Abe berkata balik kepada Li, tatanan internasional yang berbasis pada hukum harus dihormati oleh semua pihak. Bahkan, Abe menegaskan, isu LCS bukanlah masalah regional, tapi sengketa tersebut telah menjadi isu internasional. Selama ini, China diketahui bersikeras mengklaim sebagian besar kawasan LCS di mana terjadi transaksi perdagangan mencapai USD5 triliun dolar setiap tahun sebagai hak milik mereka.(Mtc)