Matatelinga.com, Upaya kudeta yang dilakukan sejumlah faksi militer Turki pada Jumat 15 Juli 2016 mengundang simpati dari sejumlah pemimpin dunia. Meski upaya kudeta itu menemui kegagalan, fakta tersebut tidak menghalangi para pemimpin dunia untuk menyatakan dukungan mereka. Menteri Luar Negeri Italia Paolo Gentiloni meminta otoritas Turki berusaha semaksimal mungkin untuk memastikan undang-undang, hak-hak dasar, dan peran parlemen dihormati usai kudeta tersebut menemui kegagalan. Dalam pernyataannya, Gentiloni menyatakan kelegaannya bahwa Turki berhasil menggagalkan kudeta tersebut. Pun begitu, ia menyerukan pembentukan kembali tatanan konstitusional dan stabilitas karena sangat mendesak, tetapi tanpa adanya unsur kekerasan. Sementara itu, Kanselir Jerman Angela Merkel menyayangkan ratusan nyawa yang hilang akibat percobaan kudeta militer tersebut. Pemimpin Partai Kristen Demokratik Jerman itu juga meminta pertumpahan darah untuk diakhiri. “Jerman berdiri bersama seluruh pihak di Turki yang mempertahankan demokrasi dan supremasi hukum,” tutur Angela Merkel, seperti dimuat The Guardian dan dikutip dari laman okezone.com, Minggu (17/7/2016). Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa (UE) Federica Mogherini menyatakan bahwa tercapainya kestabilan di Turki adalah harga mati. Perempuan asal Italia itu menyerukan agar setiap pihak di Turki menghormati undang-undang, supremasi hukum, dan demokrasi. Sementara itu Kementerian Luar (Kemlu) Negeri Rusia mengutarakan keprihatinan mereka atas ketegangan yang meningkat di Turki jelang kudeta pada Jumat (15/7/2016) malam itu. “Kejengkelan terhadap ancaman teroris dan konflik bersenjata membawa risiko tinggi bagi stabilitas kawasan. Kami menyerukan berbagai pihak di Turki untuk menyelesaikan masalah ini tanpa kekerasan,” tutur Kemlu Rusia dalam pernyataan mereka.(Fit)