Matatelinga.com, Sebagai salah satu negara tujuan wisata di Asia Tenggara, Thailand dikenal dengan memiliki industri seks yang menarik bagi turis mancanegara, khususnya dari negara-negara Barat. Namun, hal itu tampaknya akan segera hilang. Menteri Pariwisata Thailand Kobkam Wattanavrangkul bersumpah untuk menutup industri seks di Negeri Gajah Putih tersebut. Kobkam mengatakan dirinya menginginkan para wisatawan datang karena kualitas pariwisata Thailand, bukan karena bisnis esek-esek yang marak di sana. “Kami ingin industri seks hilang,” katanya. “Turis tidak datang ke Thailand untuk halo semacam itu. Mereka datang untuk menikmati budaya kami yang indah,” tambahnya sebagaimana dilansir Straits Times dan dikutip dari laman okezone.com, Senin (18/7/2016). Prostistusi dan industri seks merupakan bisnis ilegal di Thailand sejak hampir 70 tahun lalu, namun negara itu adalah salah satu pusat bisnis seks di Asia Tenggara. Meski sebagian besar pengguna jasa prostitusi adalah pria Thailand, tapi industri ini juga berkembang pesat karena kedatangan para turis asing. Menurut data dari World Outreach International, rata-rata Thailand menerima kunjungan 10 juta turis asing setiap tahunnya, 60 persen diantaranya adalah pria. Dari jumlah itu diperkirakan 70 persen dari turis pria datang secara khusus ke Thailand untuk mencari wisata seks. Sasaran penghapusan industri seks ini dimulai dari Pattaya, sebuah lokasi resor tepi pantai dan salah satu daerah bisnis seks yang ramai pengunjung. Dengan dihapuskannya bisnis remang-remang itu, Kobkam berharap dapat memperbaharui citra Pattaya dari tempat para turis mencari seks menjadi lokasi sarana bagi olahraga air. Dihapuskannya industri seks diprediksi menyebabkan turunnya pendapatan Thailand dari pariwisata yang menyumbang 10 persen dari GDP negara itu, namun Kobkam menolak anggapan tersebut.(Fit)