Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Serangan Teror di Nice Tak Mengenal Agama
Serangan Teror

Serangan Teror di Nice Tak Mengenal Agama

Admin - Selasa, 19 Juli 2016 11:33 WIB
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, Serangan truk maut di Nice, Prancis, pekan lalu sekali lagi menunjukkan kepada dunia bahwa teroris tidak memiliki agama. Sebab untuk kesekian kalinya serangan seperti itu juga memberi tekanan kepada umat Islam dan pengungsi Timur Tengah di Eropa. Salah satu korban serangan mematikan pada perayaan Bastille Day, Kamis 14 Juli 2016, faktanya adalah seorang Muslim. 

Kabar meninggalnya Aldjia Bouzaouit (42) diterima keluarganya tiga hari usai kejadian. Betapa berdukanya Bilal dan Mehdi ketika mengetahui kakak perempuannya termasuk 84 korban meninggal insiden tersebut. Aldjia diketahui merupakan anak perempuan tertua dalam keluarganya. Dia kakak dari delapan bersaudara dan ibu dari empat anak, dua anak perempuan dan dua lagi laki-laki. “Saya memiliki enam saudara perempuan. 

Sekarang saya hanya punya lima. Dia adalah pembawa kebahagiaan dalam keluarga,” tutur Mehdi Bouelsane, seperti disiarkan BBC, Selasa (19/7/2016). “Dan, sekarang kau mengambilnya. Hari ini, sejujurnya ingin saya katakan, Anda (jelas) bukan seorang Muslim,” tegasnya ditujukan kepada pelaku, Mohamed Lahouaiej-Bouhlel, pria 31 tahun yang memiliki kewarganegaraan ganda Tunisia-Prancis. Seperti dilansir dari laman okezone.com

Hingga kini belum ada klaim dari ISIS bahwa serangan tersebut dilancarkan oleh militan mereka, akan tetapi kesalahan sudah dilimpahkan Presiden Francois Hollande kepada teroris Muslim. “Jika teroris itu di depan saya sekarang, saya akan mengatakan padanya, baca Alquran sana. Sebab, tidak mungkin dia sudah membaca Alquran dan menjadi seorang Muslim, jika kemudian dia membunuh orang-orang,” jelas Bilal. 

Menurut dia, pelaku jelas bukan seorang Muslim. “Dia pasti tidak pernah salat. Sederhananya, pria ini adalah orang gila. Benar, pembunuh itu adalah seorang Arab, tetapi dia bukan ISIS. Seluruh dunia harus bersatu dan menghentikan perang yang dilancarkan karena warna kulit seseorang, dan keyakinan mereka. (Apalagi yang) selalu menyalahkan Islam dan umat Muslim. Cukup untuk semua itu,” sambungnya.

(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Berita

Halte Bus Listrik di Jalan Gatot Subroto: Solusi Transportasi atau Sumber Kemacetan Baru?

Berita

Macet Hari Ini, Harapan untuk Medan Esok Hari

Berita

Pemprov Sumut Gandeng UNICEF Perluas Akses Sanitasi dan Percepat Penurunan Stunting

Berita

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Berita

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Berita

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu