Matatelinga.com, Betapa bangga putra-putri Donald Trump mendengar hasil keputusan konvensi Partai Republik kemarin malam di Cleveland, Ohio. Ayah mereka resmi menjadi calon presiden Amerika Serikat mewakili Partai Republik untuk menantang capres dari Partai Demokrat yakni Hillary Clinton. “Presiden (Amerika Serikat) itu tak lain adalah mentor, teman baik, sekaligus ayah saya, Donald Trump. Ketika kita memilihnya, dan kita sudah melakukan itu, kita telah membuat Amerika kembali berjaya, lebih baik dibanding sebelum-sebelumnya,” demikian orasi Donald Trump Junior di hadapan para pendukung setia ayahnya, di New York, beberapa jam usai konvensi, seperti dilansir ITV dan dikutip dari laman okezone.com, Rabu (20/7/2016). Pidato putra sulung miliarder AS tersebut sontak langsung disambut sorak sorai dan tepuk tangan riuh oleh para pendukung Trump yang hadir. Mereka merayakannya dengan musik. Menurutnya, tidak ada kandidat lain yang lebih layak untuk menduduki kursi orang nomor satu di Negeri Paman Sam itu selain ayahnya. Sosok yang dianggap tidak hanya seorang ayah yang membanggakan, tetapi juga pembimbing dan sahabat yang baik di mata anak-anaknya. Sementara meninggikan ayahnya, pidatonya kemudian lebih banyak mengomentari pencalonan Demokrat atas Hillary Clinton. Pebisnis muda itu menggambarkan saingan ayahnya dalam pilpres ini sebagai orang yang tidak bertanggung jawab dan terlalu berisiko untuk dipilih sebagai presiden. “Mari saya beri tahu risiko memilih dia. Jika Hillary Clinton terpilih, dia akan menjadi presiden pertama yang tidak lulus pemeriksaan latar belakang. Itu luar biasa. Hillary Clinton adalah sebuah risiko yang tidak sepantasnya diambil oleh warga Amerika (Serikat),” katanya merujuk pada surel-surel Hillary selama menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS. “Kita tidak bisa menghapus masalah-masalah kita begitu saja. Kita harus menghadapinya,” sambung dia, seperti dikutip dari Washington Post. Di sisi lain, Hillary berpendapat sebaliknya. Jika ada orang yang bisa menjerumuskan AS dalam bahaya, dia adalah Donald Trump. Melalui akun Twitter pribadinya, Hillary meminta pendukung bersatu dan berdonasi untuk menjegal langkah Trump menuju Gedung Putih.(Fit)