Matatelinga.com, Juru bicara KementrianLuar Negeri (jubir Kemenlu) RI, Armanatha Natsir mengatakan, pemerintah akanmelakukan semua cara yang memungkinkan untuk menyelamatkan warga negaraIndonesia (WNI) yang disandera di perairan Filipina Selatan pada 22 Juni lalu.
Langkah-langkah tersebut dilakukan secara terukur, alias tidakterburu-buru. Mengingat banyak sekali yang harus dipertimbangkan agarpenyelamatan tersebut berjalan sesuai rencana tanpa melukai para korban.
Prioritasutama pemerintah dalam penyelamatan WNI yang diduga disandera Abu Sayyaf adalahkeselamatan mereka. Oleh karena itu, pemerintah akan melakukan langkah multitrack strategy.
"Dalam hal ini, kami melakukan pendekatan ke berbagai pihakdengan semua aset yang dimiliki oleh Indonesia, baik itu melaluikomunikasi-komunikasi resmi antara pemerintah Indonesia dan Filipina, jugakontak langsung para pihak perusahaan dengan penyandera," tuturnya, Kamis(4/8/2016). Dilansir dari laman okezone.com
Dia menambahkan, pemerintah Indonesia tidak dapat secara terbukamemberi tahu kepada media langkah-langkah lebih lanjut, mengingat pihakpenyandera akan selalu memonitori media-media Indonesia. Hal tersebut justruakan mengancam nyawa para korban sandera.
Pemerintah berusaha agar perusahaan terkait tidak memberikanuang tebusan kepada para penyandera dalam upaya pembebasan korban. Karenameskipun uang tebusan telah diberikan, itu tidak menjamin keselamatan para WNI.
10 WNI yang disandera saat ini dalam keadaan baik-baik saja.Pihak keluarga juga telah melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri RI danperusahaan yang terkait.
(Fit)