Matatelinga.com, Artur Samarin, pemuda 23 tahun asal Ukraina, menyamar sebagai siswa SMA John Harris di Harrisburg, Pennsylvania, Amerika Serikat. Imigran yang satu ini juga diketahui membuat beberapa identitas palsu karena visanya sudah habis masa berlaku sejak 2013. Polisi setempat kemudian menahan dia karena diyakini pemuda itu merencanakan penembakan massal di sekolahnya. Kekhawatiran ini disampaikan langsung oleh keluarga yang memberinya tempat tinggal sementara. “Dia pernah mengatakan sesuatu soal penembakan dan memberi tahu kami bahwa suatu saat semua orang akan mengenalnya. Dia bermaksud membuat namanya paling terkenal di dunia,” tutur pasangan suami istri Stephayne dan Michael Potts, seperti disitat dari Express, Rabu (10/8/2016). Samarin membantah tuduhan bahwa dia hendak melancarkan teror di sekolah yang mendidik sekira 1.650 siswa tersebut. Dalam interogasi lebih lanjut, Samarin mengaku telah bercinta dengan seorang siswi 15 tahun, berkat penyamarannya. Ia juga mengaku pernah mencuri. Otoritas setempat berkomentar, kasus yang melibatkan Samarin ini terbilang langka. “Ini kasus yang sangat tidak biasa karena melibatkan pemalsuan identitas yang dirancang dengan apik sekali. Sungguh, merubah nama dan umur lalu membuat identitas baru, bukan sesuatu yang sering kami lihat,” ujar asisten jaksa agung Dauphin County, Francis Chardo.Polisi mengungkap, Samarin juga pernah menggunakan nama palsunya untuk memperoleh surat izin mengemudi dan kartu jaminan sosial. Hal itu dilakukannya setelah diancam dideportasi ke Ukraina. Baru kemudian dia berlagak jadi ABG belasan tahun. Samarin bahkan diterima mendaftar kuliah di suatu universitas di Florida. “Fakta bahwa usianya 23 tahun, tetapi wajahnya lebih muda dari usia sebenarnya, membuat dia melakukan penyamaran itu dengan mudah,” tukas kepolisian setempat.(Fit)