Matatelinga.com, Pertempuran sengit yang berlangsung di Aleppo, Suriah mengakibatkan sedikitnya dua juta warga hidup tanpa air selama setidaknya empat hari terakhir. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut situasi tersebut sebagai sebuah bencana. Lembaga PBB untuk anak-anak,UNICEF mengatakan, pertempuran antara pihak pemberontak dengan pasukan Suriah telah merusak jaringan listrik yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pompa yang digunakan untuk menyalurkan air ke seluruh kota. Akibatnya, warga Aleppo praktis tidak mendapatkan pasukan air bersih selama beberapa hari terakhir. Dilansir dari laman okezone.com“Anak-anak dan keluarga di Aleppo menghadapi situasi bencana. Putusnya aliran listrik di tengah gelombang panas ini menyebabkan anak-anak dalam risiko tinggi tertular penyakit dari air,” kata perwakilan UNICEF Hanaa Singer, sebagaimana dilansir dari Al Arabiya, Rabu, (10/8/2016). “Mendapatkan air bersih mengalir kembali tidak bisa menunggu sampai pertempuran berhenti. Nyawa ank-anak berada dalam bahaya serius,” lanjutnya.(Fit)