Matatelinga.com, Hubungan antara Turki dengan dunia Barat tampaknya semakin memanas. Setelah menuduh seorang jenderal Amerika Serikat (AS) membekingi pelaku kudeta, kali ini Turki menuding Uni Eropa mendukung kudeta militer 15 Juli lalu. Tudingan tersebut dilontarkan secara terbuka oleh Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu. Tudingan itu disampaikan Cavusoglu saat ia mengumumkan delegasi dari pejabat Kementerian Luar Negeri, militer dan intelijen yang akan pergi menuju Rusia untuk mengadakan pembicaraan tentang konflik di Suriah. Dalam kesempatan tersebut, Cavusoglu mengklaim rakyat Turki meyakini Uni Eropa ikut mendukung kudeta militer. Namun, rencana itu akhirnya dapat digagalkan karena kekompakan seluruh warga Turki yang bersatu di bawah komando Presiden Erdogan. “Saya akan sampaikan hal ini secara terbuka. Ini disebabkan Uni Eropa mengambil keuntungan dari tragedi kudeta militer dan ikut mendukung gerakan tersebut,” ujar Cavusoglu, sebagaimana dilansir Morning Star, Kamis (11/8/2016). Tragedi kudeta militer di Turki telah mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia dan ribuan orang telah ditangkap. Menurut Presiden Erdogan, dalang di balik kudeta militer ini adalah ulama terkemuka asal Turki yang tinggal di AS, Fethullah Gulen. Hingga saat ini, Pemerintah Turki telah mengirim dokumen kedua bukti keterlibatan Gulen dalam kudeta militer. Kendati demikian, Gulen tak kunjung diserahkan Pemerintah AS. Bahkan, Presiden Barrack Obama meminta Ankara untuk memberikan bukti tentang keterlibatan Gulen terlebih dahulu sebelum ia diekstradisi. (Fit)