Matatelinga.com, Banjir parah melanda negara bagian Louisiana, Amerika Serikat (AS), dengan lebih dari 7 ribu warga dievakuasi dari rumah dan mobil masing-masing. Presiden Barack Obama pun menetapkan keadaan darurat bencana untuk banjir di Louisiana ini. Dengan penetapan itu, sebut Gedung Putih seperti dilansir AFP, Senin (15/8/2016), dana federal untuk urusan darurat akan bisa dialirkan bagi otoritas Louisiana. Dana federal itu bisa membantu tim penyelamat yang bekerja tanpa henti untuk mengevakuasi dan menyelamatkan korban banjir.Sejauh ini, seperti dilansir Reuters, bencana banjir di Lousiana telah merenggut sedikitnya lima nyawa. Otoritas setempat menyebut banjir ini tercatat sebagai banjir bersejarah di Louisiana. "Ini merupakan peristiwa serius. Ini masih terus berlangsung," ucap Gubernur Louisiana, John Bel Edwards, dalam pernyataannya. Dilansir dari laman detik.com"Ini belum berakhir," imbuhnya, sembari merujuk pada semakin berkurangnya hujan deras yang melanda wilayah itu dan mulai munculnya cuaca terang di beberapa area yang dilanda banjir.Banjir ini berawal ketika hujan deras melanda sebagian besar wilayah Louisiana bagian tenggara pada Jumat (12/8) hingga Sabtu (13/8) waktu setempat. Hingga Minggu (14/8), banjir masih menggenangi sebagian besar Louisiana. Otoritas lokal, negara bagian dan nasional bekerja bersama untuk menyelamatkan warga yang terjebak banjir.Ribuan orang dievakuasi dari Livingston Parish, dekat Baton Rouge, dengan sekitar 100 orang masih menanti bantuan. Garda Nasional Louisiana menyatakan pihaknya telah menyelamatkan nyaris 500 orang dan 61 binatang peliharaan. Garda Patroli Pantai menyebut, tim helikopter miliknya menyelamatkan lebih dari 50 orang yang terjebak banjir di atap rumah dan kendaraan.Sebagian besar banjir melanda wilayah sekitar Baton Rouge. Gubernur Louisiana Edwards menuturkan, dirinya dan keluarganya terpaksa meninggalkan kediamannya setelah air menggenangi ruang bawah tanah dan memutus aliran listrik. "Saya telah mendatangi area terdampak dan telah melihat kehancuran yang dipicu oleh banjir yang belum pernah terjadi sebelumnya," tuturnya."Kami berterima kasih untuk respons cepat pemerintah federal atas permintaan kami untuk penetapan situasi darurat. Ini merupakan peristiwa yang masih berlangsung dan kami yakin bahwa setiap sumber daya federal dan negara bagian yang tersedia akan dikerahkan," imbuhnya.(Fit)