Matatelinga.com, Serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi menghantam sebuah rumah sakit di Distrik Abs, Provinsi Hajja, Yaman pada Senin, 15 Agustus. Akibat serangan itu sedikitnya tujuh orang tewas sementara 13 lainnya mengalami luka-luka.Keterangan saksi mata yang dilansir Reuters, Selasa (16/8/2016) menuturkan, staf medis di rumah sakit tersebut tidak bisa melakukan evakuasi karena pesawat tempur yang melakukan serangan terus terbang di wilayah tersebut dan dikhawatirkan akan kembali melakukan pengeboman. Juru bicara dari koalisi pimpinan Arab Saudi belum memberikan keterangan terkait serangan udara ini. Rumah sakit yang diserang merupakan fasilitas yang dijalankan oleh organisasi kemanusiaan Dokter Tanpa Batas atau yang juga dikenal dengan nama Medecins Sans Frontieres (MSF). Hal ini dikonfirmasi MSF melalui akun Twitternya namun jumlah pasti korban tewas dan terluka belum diketahui secara pasti. Dilansir dari laman okezone.comKejadian ini hanya berselang sehari setelah serangan udara lainnya menghantam sebuah sekolah di Provinsi Saada, menewaskan 10 anak-anak. Koalisi berkilah dengan mengatakan sekolah tersebut adalah fasilitas yang dijalankan kelompok Houthi Yaman untuk melatih anak-anak menjadi militan. Tindakan koalisi ini mengundang kecaman dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Ban Ki-moon yang segera mendesak diadakannya penyelidikan. Permintaan ini diterima koalisi yang mengatakan akan melakukan penyelidikan. Koalisi pimpinan Arab Saudi mulai terlibat dalam perang sipil di Yaman sejak Maret 2015 untuk mendukung presiden Abd Rabbo Mansour Hadi mengahadapi kelompok Houthi. Keterlibatannya di Yaman mendapat sorotan dari PBB yang menuduh koalisi melakukan pengeboman membabi buta dan telah menewaskan sedikitnya 2.000 warga sipil dengan serangan udaranya.(Fit)