Matatelinga.com, Yayasan amal Hillary dan Bill Clinton memutuskan untuk menyewa jasa keamanan cyber setelah sistem pertukaran pesan pribadinya (e-mail) sering diretas. Perusahaan keamanan cyber yang dipercayakan untuk menjaga data-data mereka aman ialah FireEye, yang dianggap terdepan dalam perlindungan serangan cyber.Sedikitnya sudah dua dokumen pribadi Hillary yang kena retas dan dipublikasikan ke media. Pertama, soal e-mail-nya dengan sang asisten pribadi saat dirinya masih menjabat sebagai menteri luar negeri Amerika Serikat. Hasil penyelidikan FBI menyatakan Hillary tidak bersalah. Kedua, e-mail panitia Konvensi Partai Demokrat (DNC). Dari e-mail tersebut terkuak bahwa penyelenggara konvensi telah lama lebih mendukung Hillary daripada Bernie Sanders. Dilansir dari laman okezone.comHal ini membuat marah para pendukung Sanders dan menyebabkan Ketua DNC saat itu, Debbie Wasserman Schultz, mundur sebelum konvensi dibuka di Philadelphia pada 25 Juli lalu. Sementara untuk yayasan amal milik pasutri Clinton, sesungguhnya sejauh ini belum pernah kena retas. Akan tetapi, duo Clinton dan segenap tim kampanyenya begitu khawatir dan was-was. Mereka menjaga agar jangan sampai yang satu ini juga mengalami kebocoran data, sehingga akan menguntungkan partai sebelah dalam pemilihan presiden tahun ini. Dilansir dari Reuters, Kamis (18/8/2016), suatu sumber terpercaya mengungkap kedua peretas sebelumnya memakai teknik yang sama, yakni spear phishing.Singkatnya, si peretas membuat akun palsu dan mengirim e-mail pancingan untuk mencuri data yang diinginkan dari jaringan. Menurut pejabat AS tersebut, teknik semacam itu biasanya dipakai agen intelijen Rusia. Oleh karena itu, mereka sangat yakin ada keterlibatan Rusia dalam isu ini. Tuduhan tersebut lantas dibantah keras oleh Kremlin. Staf kepresidenan Rusia meyakinkan bahwa mereka sama sekali tidak ada maksud untuk memengaruhi hasil pilpres AS pada 8 November mendatang demi menaikkan capres tertentu.(Fit)