Matatelinga.com, Sebuah pesta pernikahan di Gaziantep, Turki diterjang bom bunuh diri. Sebanyak 30 orang tewas dan 94 lainnya luka-luka dalam insiden tersebut. Belum ada kelompok yang menyatakan diri secara terbuka bertanggung jawab atas serangan tersebut.Lokasi ledakan yang berada di Gaziantep, dekat perbatasan dengan Suriah, memunculkan spekulasi kelompok militan ISIS yang berada di balik pengeboman. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga menaruh kecurigaan kepada ISIS. Namun, pemimpin Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) itu menyatakan bahwa tidak ada bedanya antara kelompok Gerakan Fethullah Gulen, militan PKK, dan ISIS karena sama-sama berideologi terorisme. Dilansir dari laman okezone.com“Negara dan bangsa kami sekali lagi punya pesan kepada mereka yang melakukan serangan – Kalian tidak akan sukses,” ucap Erdogan, seperti dimuat Channel News Asia, Minggu (21/8/2016). Mantan Wali Kota Istanbul itu menambahkan, tujuan serangan teror di Gaziantep adalah untuk memecah belah kelompok kesukuan yakni Arab, Kurdi, dan Turki. Serangan itu juga seperti bertujuan untuk menyebarkan kebencian di antara etnis dan agama. “Turki tidak akan menyerah pada provokasi dalam serangan di Gaziantep. Kami malah akan menunjukkan kesatuan, kebersamaan, dan persaudaraan,” tegas Erdogan.(Fit)