Matatelinga.com, Kritik keras terkait metode pemberantasan narkoba di Filipina membuat Presiden Rodrigo Duterte mengancam akan keluar dari Dewan Keamanan PBB. Namun, Kementerian Luar Negeri Filipina baru-baru ini menegaskan mereka tidak akan meninggalkan PBB. Pernyataan itu disampaikan satu hari setelah Presiden Duterte mengancam akan segera hengkang dari PBB. Duterte diketahui mendapat kritik dari PBB dan lembaga hak asasi manusia (HAM) terkait pembunuhan gembong narkoba dalam jumlah besar.PBB mengimbau kepada Duterte agar menghentikan gelombang pembunuhan yang dipicu perang melawan narkoba. Terkait pernyataan Presiden Duterte, Sekretaris Kementerian Luar Negeri Perfecto Yasay mengatakan, komentar Duterte terkait PBB adalah “sebuah pernyataan yang mengungkapkan kekecewaan mendalam dan rasa frustrasi.” "Kami tetap berkomitmen dengan PBB meskipun kami kecewa dengan badan internasional ini,” ujar Yasay dalam sebuah konferensi pers, sebagaimana dilansir Reuters, Senin (22/8/2016). Dilansir dari laman okezone.comSejak menjabat sebagai Presiden Filipina pada awal Mei, Duterte terus mengeluarkan langkah-langkah tegas dan strategis dalam pemberantasan gembong dan jaringan narkoba. Bahkan, Duterte sempat memberikan ultimatum kepada 40 gembong narkoba yang terdiri dari jaksa dan pejabat pemerintahan agar segera menyerahkan diri.(Fit)