Matatelinga.com, Kepolisian Spanyol mengklaim telah berhasil membongkar jaringan nasional yang memberikan izin tinggal dan izin kerja ilegal bagi imigran China. Kepolisian berhasil menangkap 57 orang di Barcelona, Valencia, San Sebastian, dan Las Palmas. Imigran ilegal asal China yang tinggal di Spanyol disebut-sebut membayar EUR8.000 (setara Rp118 juta) kepada jaringan tersebut untuk memperoleh kontrak kerja palsu demi mendapat status pekerja domestik. Sebagai imbalan, imigran ilegal itu akan mendapatkan izin tinggal di Negeri Matador.“Mereka akan kembali ke Barcelona segera setelah mendapatkan izin tinggal untuk bekerja di sektor industri tekstil, tanpa pernah melakukan pekerjaan tersebut sesuai yang tercantum dalam kontrak,” bunyi pernyataan pihak kepolisian, seperti dimuat BBC, Minggu (28/8/2016).Pemimpin jaringan tersebut, sepasang suami istri asal China, diduga membayar para pekerjanya sebesar EUR1.500-2.000 (setara Rp22,2-29,6 juta) untuk membuat kontrak palsu. Sebagian besar pekerja itu terlibat dalam perdagangan saham di Lanzarote, Kepulauan Canary. Imigran asal China adalah komunitas warga asing terbesar kelimitita di Spanyol. Menurut data Badan Statistik Nasional (NSI), terdapat 170 ribu orang asal Negeri Tirai Bambu yang tinggal di Spanyol pada 2015. (Fit/Okz)