Matatelinga.com, Wakil Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Bolivia Rodolfo Illanes tewas setelah dipukuli oleh sejumlah demonstran pada Kamis 25 Agustus 2016. Sebelumnya, Illanes diculik oleh para demonstran yang merupakan pekerja tambang. Penculikan serta kabar meninggalnya Illanes mengguncang Bolivia dan Presiden Evo Morales. Pihak Kejaksaan Negeri Bolivia menuduh tiga orang pekerja tambang, termasuk Carlos Mamani yang merupakan pemimpin federasi pekerja tambang, terlibat dalam pembunuhan tersebut.Seperti dimuat Reuters, Minggu (28/8/2016), Mamani telah ditangkap oleh kepolisian pada Jumat 26 Agustus. Ia dituduh melakukan tindakan pembunuhan, perampokan, memimpin organisasi kriminal, kepemilikan senjata, dan menyerang otoritas. Sidang dengar pendapat terhadap Mamani dijadwalkan baru berlangsung pekan depan. Federasi Nasional Koperasi Pertambangan memimpin aksi unjuk rasa untuk menuntut perubahan dalam undang-undang pertambangan. Demonstran menutup jalan tol menuju Ibu Kota La Paz dari Oruro. Dua pekerja tambang tewas dan 17 orang polisi luka-luka dalam sebuah bentrokan. Minggu (28/8/2016)Rodolfo Illanes diduga sengaja mendekati para pengunjuk rasa untuk berdialog. Namun, ia malah diculik dan dibunuh. Para pekerja tambang itu diduga frustrasi akibat menurunnya harga komoditi pertambangan dunia dan meminta pemerintah Bolivia meningkatkan subsidi. Presiden Evo Morales menyebut aksi demonstran itu sebagai konspirasi politis untuk menjatuhkannya. Ia menuduh oposisi sayap kanan sebagai dalang di balik unjuk rasa. Morales menolak negosiasi dengan para pekerja tambang dan meminta hukuman maksimal 30 tahun penjara bagi mereka yang terbukti membunuh Rodolfo Illanes. (Fit/Okz)