Matatelinga.com, Para pedagang organ tubuh manusia di Mesir diduga menggunakan jasa pekerja seks komersial (PSK) untuk menggoda imigran agar mau menjual organ tubuh mereka. Rumah sakit-rumah sakit disebut berusaha menutupi fakta perdagangan ilegal itu.Sindikat itu menargetkan imigran asal Afrika yang tidak memiliki dokumen lengkap dan juga uang. Fakta tersebut diungkap dalam laporan yang dikeluarkan Dosen Ilmu Hukum di Universitas Liverpool, Inggris Sean Columb.Sabtu (3/9/2016)“Salah satu PSK menggunakan tubuhnya sebagai pancingan ketika bernegosiasi dengan para pembeli dan juga penjual. Tidur sepanjang malam dengan PSK ditawarkan sebagai bonus dari penjualan organ tubuh,” ujar Columb, seperti dimuat Russia Today.Hukum Mesir menyatakan menjual organ tubuh, misalnya ginjal, adalah hal ilegal, tetapi mendonorkan organ untuk transplantasi adalah legal. Beberapa orang bahkan membayar hingga USD100 ribu (setara Rp1,32 miliar) untuk organ tubuh baru dengan melakukan kesepakatan di tempat terbuka.Salah satu donor bercerita kepada Columb bahwa dirinya ditahan di sebuah teater saat gnjalnya diambil. Operasi setelah pengambilan ginjal itu membuatnya merasakan sakit di sekitar area pinggang.Laporan tersebut menunjukkan perdagangan organ tubuh manusia yang mengerikan di Mesir. Pada Juli 2016, Times melaporkan seorang pengungsi asal Afrika dibunuh untuk diambil organ tubuhnya di Mesir jika mereka tidak mampu membayar uang sogokan kepada penyelundup.Mesir dikenal sebagai tempat transit bagi imigran dan juga siapa pun yang hendak pergi ke Eropa. Sekira satu dari 10 orang pengungsi yang tiba di Italia, berlayar lewat Laut Tengah dengan bertolak dari Mesir. Sisanya bertolak ke Italia dari Libya. (Fit/okz)