Matatelinga.com, Presiden Filipina Rodrigo menyatakan penyesalannya karena telah menggunakan kata-kata tak pantas dalam komentarnya pada Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama. Penggunaan kata tak senonoh tersebut menyebabkan Washington tersinggung dan membatalkan pertemuan kedua pemimpin tersebut.Melalui pernyataan yang dibacakan Sekretaris Komunikasi Presiden Filipina Martin Andanar, Duterte menyalahkan media yang memberitakan rencana Obama untuk menguliahi mantan Wali Kota Davao mengenai hak asasi manusia (HAM). Hal itu, menurut Duterte, memicunya untuk melontarkan sumpah serapah.“Meski penyebab tak langsung komentar pedas saya adalah pertanyaan tertentu dari pers yang menimbulkan kehawatiran dan kesulitan, kami juga menyesali hal itu terdengar sebagai serangan pribadi kepada Presiden AS,” kata Duterte dalam pernyataan yang dikutip Inquirer, Selasa (6/9/2016).Menjawab pertanyaan pers mengenai pertemuannya dengan Obama Senin lalu, Duterte memperingatkan presiden ke-44 AS itu untuk tidak membahas mengenai masalah HAM di Filipina. Pria berjuluk Digong itu menggunakan kata “son of a whore” yang berarti “anak pelacur” untuk menyebut Obama menimbulkan kekecewaan dari Gedung Putih.Ini bukan pertama kalinya kata tidak senonoh dan kasar itu digunakan Duterte ketika berbicara di depan publik dan menyebut seseorang. Sebelumnya, julukan "anak pelacur" juga sempat dialamatkan Duterte kepada Duta Besar (Dubes) AS untuk Filipina Phillip Goldberg bahkan kepada pimpinan umat Katolik sedunia Paus Fransiskus. (Fit/okz)