Matatelinga.com, Kejaksaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Rumania tengah menggelar penyidikan mantan Perdana Menteri (PM) Victor Ponta atas dugaan penyalahgunaan kekuasan dan penggelapan pajak. Pria berkacamata itu sebelumnya terseret sejumlah kasus pemalsuan dan pencucian uang.Ponta mengundurkan diri pada penghujung 2015 usai kebakaran hebat di sebuah klub malam di Bucharest. Kejaksaan menilai Ponta menggunakan kekuasannya sebagai PM dan Ketua Partai Sosial Demokrat untuk menaruh Sebastian Ghita sebagai kandidat anggota parlemen pada 2012.Aksi itu dilakukan sebagai imbalan karena pengusaha itu membayar Ponta senilai EUR220 ribu (setara Rp3,2 miliar) untuk mendatangkan selebritis internasional ke Rumania. Tujuan kedatangan para pesohor adalah untuk mendongkrak elektabilitas Ponta.“Tujuan menyelenggarakan pertemuan dengan selebritis adalah agar Victor Ponta memiliki keuntungan dalam pemilihan. Uang senilai EUR220 ribu didapatkan lewat pihak ketiga dari Sebastian Ghita,” ujar pihak Kejaksaan Tipikor dalam pernyataan mereka, seperti dimuat Reuters, Rabu (7/9/2016).Sebastian Ghita berhasil memenangkan kursi parlemen dalam pemilihan legislatif 2012. Kejaksaan Tipikor juga memastikan penyelidikan terhadap Ghita atas dugaan penggelapan pajak tengah berlangsung. Namun, Ghita menolak tuduhan tersebut.“Sepanjang sejarah politik Rumania, sudah menjadi kebiasaan bagi orang-orang dengan kekuatan finansial untuk dengan mudah meraih jabatan tertentu lewat promosi dari ketua partai dengan tujuan mendanai kampanye partai secara illegal,” tutup pernyataan Kejaksaan Tipikor.Kejaksaan Tipikor Rumania tengah gencar menindak kasus korupsi. Aksi tersebut mendapat pujian dari Komisioner Eropa yang memberlakukan pengawasan khusus terhadap sistem peradilan di Rumania. (Fit/okz)