Matatelinga.com, Uji coba nuklir Korea Utara (Korut) telah kembali meningkatkan ketegangan di ranah internasional. Namun, ketika pemimpin tertinggi di Rusia dan Amerika Serikat (AS) sudah angkat bicara mengenai uji coba nuklir ini, maka Korut harusnya sudah mulai memikirkan ulang program nuklir mereka.Media Korut sudah membenarkan kabar mengenai rezim negaranya yang kembali mengadakan uji coba nuklir. Uji coba nuklir ini sendiri sempat menyebabkan gempa berkekuatan 5,3 skala Richter.Mendengar hal tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin melalui juru bicara Kementerian Luar Negerinya mengatakan, sangat mengutuk keras uji coba tersebut.“Tindakan yang melanggar hukum internasional dan opini dari komunitas internasional tersebut layak mendapatkan kutukan terkuat. Kami (Rusia) mendesak Korut untuk menghentikan tindakan sembrono dan berbahaya itu,” ujar Putin, sebagaimana dikutip dari Express, Sabtu (10/9/2016).Selain Putin, Presiden AS Barack Obama juga memperingatkan Korut bahwa tindakan mereka menunjukkan ancaman serius.“Dengan jelas, AS tidak akan pernah menerima Korut sebagai negara nuklir. Jauh dari pencapaian keamanan nasionalnya serta pembangunan ekonomi. Tindakan provokatif dan tidak stabil dari Korut malah membantu (semakin) mengisolasi dan memiskinkan warganya melalui usaha tanpa henti dalam pengembangan senjata nuklir dan rudal balistik,” tegas Obama.China sebagai sekutu terdekat Korut juga meminta negara tersebut untuk menghindari tindakan yang dapat terus meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea. (Fit/Okz)