Matatelinga.com, Perdana Menteri China Li Keqiang menyarankan, Vietnam harus bekerja sama serta bersifat kooperatif dengan Negeri Tirai Bambu untuk mempertahankan perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan (LCS), serta mengelola dan mengontrol konflik di kawasan tersebut.Saran tersebut dikeluarkan Keqiang kepada Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc dalam pertemuan di Beijing, China. Negeri Paman Ho berkepentingan untuk menjaga zona ekonomi eksklusif (ZEE) dari klaim China.“China dan Vietnam harus bekerja sama, teliti mematuhi konsensus tingkat tinggi, menjaga stabilitas perdamaian dan stabilitas maritim, meningnkatkan kerjasama maritim, terus menyatukan konsensus, mengelola serta mengontrol sengketa, dan menciptakan kondisi untuk pengembangan hubungan bilateral yang stabil,” ucap Li Keqiang, seperti dimuat Reuters, Selasa (13/9/2016).Sebagaimana diketahui, China mengklaim sebagian besar kawasan Laut China Selatan (LCS) lewat sembilan garis putus-putus (nine dashed lines). Klaim tersebut tumpang tindih dengan sejumlah negara, seperti Vietnam, Taiwan, Filipina, Malaysia, dan Brunei Darussalam.Klaim historis China telah ditolak oleh Mahkamah Arbitrase Internasinal (PCA) di Den Haag, Belanda pada 12 Juli 2016. China menolak putusan tersebut, sementara Vietnam menyetujui putusan tersebut. Hanoi mendukung penuh resolusi damai atas sengketa LCS, lewat jalur apa pun sembari mempertahankan kedaulatan negara.Sebelumnya, Perdana Menteri India Narendra Modi menawarkan bantuan dana senilai USD500 miliar (setara Rp6,6 triliun) dalam bentuk kerjasama pertahanan. Bantuan tersebut diyakini akan menambah kekuatan militer Vietnam sebagai antisipasi memburuknya konflik Laut China Selatan. (Fit/Okz)