Matatelinga.com, Salah satu ketua sementara partai oposisi terbesar di Jepang, Partai Demokrat, Renho Murata mendapatkan masalah dan terpaksa meminta maaf setelah diketahui memiliki dua kewarganegaraan. Status politisi yang lebih dikenal sebagai Renho itu menjadi perbincangan setelah dia maju dalam pencalonan ketua partai.Renho adalah putri dari ayah seorang warga Taiwan dan ibu warga Jepang yang lahir dengan nama Hsieh Lien-fang di Tokyo pada 1967. Terlahir dengan kewarganegaraan Taiwan, Renho baru mendapatkan kewarganegaraan Jepang pada 1985 saat ia berusia 17 tahun.Mantan jurnalis itu kemudian meniti karier politik setelah terpilih menjadi anggota parlemen tinggi Jepang mewakili Tokyo pada 2004 sebagai anggota Partai Demokrat. Sejak saat itu, kariernya terus meningkat, hingga sempat terpilih sebagai Menteri Revitalisasi Pemerintah dan Menteri Hubungan Konsumen dan Keamanan Makanan pada masa Perdana Menteri (PM) Naoto Kan serta dipilih lagi sebagai Menteri Revitalisasi Pemerintah saat PM Yoshihiko Noda.Menurut keterangan Renho yang dilansir NHK, Rabu (14/9/2016), pihak berwenang Taiwan telah mengonfirmasi dirinya masih memegang kewarganegaraan negara itu. Padahal, menurut Renho dia telah melepaskan kewarganegaraan Taiwan saat menerima kewarganegaraan Jepang. (Fit/Okz)