Matatelinga.com - Konvoi bantuan kemanusiaan untuk warga Suriah di Aleppo diterjang serangan udara. Hasilnya, 18 dari 31 unit truk rusak berat. Sedikitnya 20 orang tewas dalam insiden tersebut. Rusia dituduh sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam serangan udara tersebut.Menteri Luar Negeri (Menlu) Sergey Lavrov siap menyediakan semua data yang dibutuhkan terkait serangan tersebut. Pria berkacamata itu juga meminta diadakan penyelidikan secara menyeluruh dan berimbang terhadap insiden yang menimpa konvoi Bulan Sabit Merah tersebut.“Ada provokasi lain pada 19 September. Konvoi bantuan kemanusiaan diserang di Aleppo. Pasukan pemberontak berhasil meningkatkan kekuatan di Distrik 1070. Saya yakin kebetulan semacam itu butuh analisis dan penyelidikan secara berimbang,” tutur Lavrov di hadapan peserta Sidang Tahunan Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat (AS), seperti dimuat TASS, Kamis (22/9/2016).Pria berusia 66 tahun itu menekankan seluruh pihak yang terlibat dalam konflik Suriah, termasuk pasukan pemerintah dan pemberontak, harus menjamin keamanan perjalanan dari konvoi bantuan kemanusiaan di Suriah.“Kedua pihak yang bertikai serta para pendukungnya harus memberikan jaminan. Perwakilan PBB yang mengawal konvoi tersebut seharusnya mempunyai jaminan tersebut,” tutup pria asal Moskow itu.PBB sempat menangguhkan konvoi bantuan kemanusiaan setelah serangan tersebut. Namun, tidak sampai beberapa jam kemudian, penangguhan tersebut dicabut. Konvoi bantuan kemanusiaan akan dilanjutkan pada Kamis (22/9) dini hari waktu set(Fit/Okz)