Matatelinga.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menghadapi situasi pelik. Ia dituduh membayar uang tebusan untuk membebaskan empat tahanan AS dari Iran. Geram dengan tuduhan tersebut, Obama pun mengancam akan memakai hak vetonya.Ancaman Obama tersebut didasari dua kebijakan baru yang diusulkan Kongres AS. Pertama, UU Transparansi Aset Kepemimpinan Iran. Aturan yang satu ini penting untuk membuka semua aliran dana masuk dan keluar para pejabat Iran, termasuk milik Ayatollah Ali Khamenei. Kedua, UU Larangan Pembayaran Tebusan kepada Iran. Aturan ini ditujukan untuk menghindari kontroversi pembayaran tunai ke Iran sebulan lalu terulang lagi.Pada Agustus 2016, AS dikabarkan membawa USD400 juta memakai pesawat kargo ke Iran. Ditengarai, uang itu merupakan tebusan bagi empat warga AS yang ditahan rezim Khamenei sejak Januari 2016.Terkait dua aturan baru tersebut, pihak Gedung Putih berujar masih bisa memahami urgensi kebijakan pertama. Pengambilan suara untuk UU pertama berjalan lancar pada Rabu 21 September. Dengan hasil akhir 282 banding 143 suara.Akan tetapi, ketika mendengar UU kedua dibacakan, Obama naik pitam. UU Larangan Pembayaran Tebusan menurutnya dibuat hanya untuk menyelesaikan persoalan yang faktanya tidak pernah ada.“AS tidak membayar tebusan untuk menjamin warga kita dipulangkan dari Iran. UU ini hanya akan menguntungkan Iran, tapi AS tidak,” tukasnya, seperti dilansir dari Washington Times, Kamis (22/9/2016). (Fit/Okz)