Matatelinga.com - China dikabarkan tengah menyelidiki sejumlah pejabat eksekutif di sebuah bank milik Korea Utara (Korut) atas dugaan pembiayaan proyek pengadaan senjata terlarang dan bahan baku nuklir. Kabar tersebut diembuskan oleh harian Korea Selatan (Korsel), JoongAng Daily.Otoritas China disebut sedang menyelidiki keterlibatan pejabat penting di Bank Kwangson Cabang Dandong yang berada di perbatasan dengan Korut. Kementerian Keuangan Amerika Serikat (AS) diketahui sebagai pihak yang membentuk bank tersebut pada 2009.“Kepala Cabang Kwangson, Ri Il-ho, telah kembali ke Korut. Jadi, wakil eksekutif cabang yang kini tengah diselidiki,” tulis JoongAng Daily, seperti dimuat Reuters, Senin (26/9/2016).Sebuah laporan pekan lalu mengungkapkan, sepanjang Januari 2011 hingga September 2015 tercatat transaksi perdagangan senilai USD500 juta (setara Rp6,54 triliun) antara Korut dengan Grup Liaoning Hongxiang. Perusahaan tersebut kini dalam penyelidikan gabungan antara China dengan AS.Lebih dari 20 pejabat di Dandong dimintai keterangan atas pemberian izin kepada Ma Xiaohong. Pemilik sekaligus pendiri Liaoning Hongxiang itu disebut-sebut sebagai orang di balik program nuklir Korut. Sejumlah aset milik perempuan 44 tahun tersebut telah dibekukan oleh otoritas China dalam beberapa pekan terakhir menyusul penyelidikan itu.Beijing diketahui sebagai salah satu mitra perdagangan sekaligus sekutu utama Pyongyang. Namun, China tidak segan-segan mengecam Korut atas serangkaian uji coba nuklir dan rudal. China bahkan ikut menjatuhkan sanksi kepada Korut, mengikuti langkah sejumlah negara dan PBB. (Fit/Okz)