Matatelinga.com - Sebanyak 15 orang warga Distrik Achin, Pakistan, tewas dan 13 lainnya luka-luka dalam serangan drone Amerika Serikat (AS) pada Rabu 28 September 2016 pagi waktu setempat. PBB meminta diadakan penyelidikan secara independen terhadap insiden tersebut.Pejabat Negeri Paman Sam mengklaim serangan tersebut menargetkan kelompok militan ISIS di Distrik Achin, Provinsi Nangarhar. Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) menuturkan, sejumlah militan memang tewas, tetapi mayoritas korban adalah warga sipil.“UNAMA menekankan pentingnya seluruh pihak yang terlibat konflik untuk mematuhi kewajiban dalam undang-undang kemanusiaan internasional. UNAMA meminta pemerintah dan pasukan militer internasional untuk melakukan penyelidikan secara independen, menyeluruh, transparan, dan efektif atas insiden tersebut,” bunyi pernyataan UNAMA, disitat Reuters, Jumat (30/9/2016).Menurut saksi mata, warga sedang berkumpul untuk menyambut seorang warga lanjut usia setempat yang baru saja pulang menunaikan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi. Warga tengah terlelap dalam tidurnya saat serangan tersebut terjadi.Komandan Militer AS di Afghanistan mengonfirmasi serangan udara di Distrik Achin tersebut. Mereka mengklaim berhasil menewaskan sejumlah militan ISIS. Mengenai kabar tewasnya warga sipil, pihak militer mengaku akan segera mencari kebenaran informasi tersebut.“Kami mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghindari korban tewas di kalangan warga lokal dalam operasi tersebut. Kami akan terus bekerja sama dengan otoritas Afghanistan untuk menentukan apakah investigasi tambahan dibutuhkan,” ujar militer AS dalam pernyataan resmi. (Fit/Okz)