Matatelinga.com - Pemimpin umat Katolik, Paus Fransiskus memuji kerukunan beragama yang ada di Azerbaijan. Ia menyebut Azerbaijan dapat menjadi panutan bagi dunia yang saat ini terpecah akibat kekerasan ektremisme.Dilaporkan, ia mengatakan hal tersebut pada pidatonya di depan para pimpinan Muslim, Yahudi serta Kristen Ortodoks Azerbaijan yang berkumpul di Masjid Heydar di Kota Baku.“Dari tempat yang sangat simbolis ini, sebuah teriakan tulus bangkit kembali: Tidak ada lagi kekerasan atas nama Tuhan. Semoga nama-Nya yang paling suci selalu dipuja, bukan dirusak atau malah ditukar sebagai komoditas melalui bentuk-bentuk kebencian,” pekik sang Sri Paus, sebagaimana dikutip dari Time, Senin (3/10/2016).Selain menghadiri Masjid Heydar, Paus Fransiskus juga bertemu dengan komunitas Katolik terkecil di dunia yang berada di Azerbaijan. Walaupun terkecil, sang Sri Paus memuji 300 umat Katolik itu karena dapat bersinergi dengan para umat beragama lain yang ada di Azerbaijan.“Hubungan baik di sini memikul peran yang besar untuk (masyarakat dunia) hidup berdampingan dan (mencapai) perdamaian dunia. Mereka menunjukkan bahwa di anatrara para pemeluk agama yang berbeda dapat berhubungan baik, saling menghargai dan bekerja sama untuk kebaikan bersama,” ujar Paus Fransiskus kepada Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev.Dilaporkan, kunjungan Paus Fransiskus ke Azerbaijan merupakan kunjungan terakhirnya di wilayah Kaukasus sebelum ia kembali ke Roma. Sebelum ke Azerbaijan, sang Sri Paus juga mengunjungi Georgia dan menyempatkan diri berkomentar mengenai okupasi Rusia. (Fit/Okz)