Matatelinga.com - Kabar duka menghampiri warga Slovakia. Presiden pertama sekaligus pejuang kemerdekaan, Michal Kovac, meninggal dunia pada Rabu 5 Oktober 2016. Mantan bankir itu meninggal pada usia 86 tahun karena menderita penyakit parkinson. Michal Kovac dipilih oleh legislator pada 1993, atau empat tahun setelah runtuhnya Cekoslovakia lewat Revolusi Velvet yang menumbangkan rezim sosialisme. Ahli ekonomi itu adalah simbol perlawanan utama kepada Perdana Menteri (PM) Slovakia Vladimir Meciar yang berkali-kali menolak bergabung dengan Uni Eropa (UE) dan NATO. Seperti dimuat Foxnews, Kamis (6/10/2016), Michal Kovac meninggal di sebuah rumah sakit di Ibu Kota Bratislava pada Rabu 5 Oktober 2016 malam waktu setempat. Kabar wafatnya Michal Kovac disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Slovakia Ivan Netik. {adsense}Michal Kovac menjabat sebagai Presiden Slovakia pada periode 1993-1998. Selama itu pula, Kovac terlibat ketegangan sengit dengan PM Vladimir Meciar. Kepemimpinan otoriter ala Meciar selesai pada 1998, tepat ketika Kovac mundur dari jabatan presiden. “Kepemimpinan Kovac dibuktikan lewat pertarungan brutal menentukan karakter dan masa depan Slovakia. Ia membantu Slovakia berada pada trek yang akhirnya mengarah kepada kekeluargaan Uni Eropa,” tutur Presiden Slovakia saat ini Andrej Kiska, seperti dimuat Reuters. Slovakia sendiri bergabung bersama Uni Eropa pada 1994, atau setahun setelah merdeka. Sempat keluar akibat perlawanan dari PM Vladimir Meciar, Slovakia akhirnya bergabung kembali pada 2004.(Fit/Okz)