Dua Teroris Gunakan Gaun Perempuan Hendak Kabur dari Mousul

Admin - Jumat, 21 Oktober 2016 13:57 WIB
google
Matatelinga.com - Semua pengantin militan ISIS dan anak-anak disuruh lari. Jantung pertahanan terakhir ISIS di Mosul, Irak, telah dikepung. Abu Bakar al Baghdadi lantas menyerukan pengungsian besar-besaran dari kota terbesar kedua di Irak itu. Namun apa yang ditemukan pasukan gabungan Irak di Khazir adalah dua badan kekar memakai gaun di tengah perempuan dan anak-anak yang kabur dari gempuran Kurdi dan sekutu-sekutu Irak. Diwartakan Fox News, Jumat (21/10/2016), kedua militan pengecut itu diarak keliling lengkap dengan atribusi penyamarannya.“Kami menyiarkan kabar kepada para militan Daesh  julukan ISIS dalam bahasa Arab  kalau pemimpinnya telah meninggalkan mereka. Seruan ini segera membuat para militan itu kocar-kacir,” kata pemimpin pasukan koalisi antiteror pimpinan AS, Mayor Jenderal Gary Volesky.Modus seperti ini berulang kali dilakukan ISIS saat terdesak. Tercatat, militan ISIS berusaha kabur dengan menyamar jadi perempuan ketika Irak membebaskan Kota Tikrit pada Maret 2016 dan di Ramadi pada Februari 2016. Sekelompok militan ISIS di Suriah juga pernah mencoba cara ini pada Juli 2016, tetapi tertangkap oleh Pasukan Demokrasi Suriah (SDF).Terlalu sering dikadali seperti ini, pemerintah Irak tentu tak lagi tertipu. Presiden Prancis, Francois Hollande, menegaskan, tidak seorang pun militan teroris yang boleh dibiarkan kabur dalam pertempuran di Mosul. Menurutnya, mereka semua harus ditangkap agar tidak ada yang membentuk kelompok baru di Raqqa.Senada dengan Hollande, Velosky mengungkap, ada kemungkinan 3.000-4.500 warga negara asing yang bergabung dalam ISIS membentuk kelompok inti baru di luar kota industri tersebut. Oleh karena itu, dia dan pasukannya berkomitmen untuk terus menilik secara menyeluruh semua orang yang berusaha meninggalkan Mosul.“Akan sulit bagi mereka untuk bercampur dengan penduduk lokal. Karena para pejuang asing ini memiliki perbedaan yang cukup terlihat,” ujarnya. (Mtc/Okz)


Tag:

Berita Terkait