Matatelinga.com - Dalam tujuh tahun terakhir, Rusia memang tak pernah alpa memamerkan kemajuan sistem persenjataannya dalam ajang Pameran peralatan militer internasional Indo Defence. Aksi Negeri Beruang Merah ini bukan tanpa sebab.Rusia mengerahkan berbagai alat utama sistem pertahanan (alutsista) mereka, seperti kapal selam dan pesawat Sukhoi, ke Jakarta. Bahkan, kapal tempur penghancur Rusia, Admiral Tribut, bersandar sejak 31 Oktober hingga 4 November di Pelabuhan Tanjung Priok."Peralatan perang kami yang paling jadi andalan, meliputi kapal selam baru Rusia, Varshavyanka 636 Project atau Improved Kilo, kapal laut, kapal patroli dan mobil amfibi. Selain kendaraan tempur untuk angkatan laut, kami juga membawa pesawat Sukhoi-35, Sukhoi 30 dan kapal pelatihan Yakovlev Yak-130," ujar Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin dalam konferensi pers di atas kapal tempur penghancur Rusia, Admiral Tribut, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (2/11/2016). Dubes Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin (berjas) dan Laksamana Muda Eduard Mikhailov dalam konferensi pers di atas kapal tempur penghancur Rusia, Admiral Tribut. (Foto: Silviana D/Okezone)DUbes Galuzin mengimbuhkan, Angkatan Darat Rusia memiliki tank T-90 dan mobil lapis baja pembawa senjata BTR-80. "Sementara untuk sistem pertahanan udara ada S-400 dan S-300," imbuhnya.Pameran peralatan militer internasional, Indo Defence 2016 Expo & Forum digelar pada 2-5 November 2016 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Mengusung tema "Bolstering Defence Industri Coorperation: Achieving a Global Maritime Fulcrum and Secure World", peserta berasal dari 573 perusahaan asing dan 271 perusahaan dalam negeri.Pameran tersebut dibuka siang tadi oleh Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla. Prosesi pembukaan dihadiri 174 delegasi resmi dari negara sahabat, enam Menteri Pertahanan dan para menteri luar negeri dari Yunani, Republik Ceko, Pakistan, Singapura, Timor Leste, dan Filipina. (Mtc/Okz)