Matatelinga - London, Setelah pertemuan berlangsung, Menlu Lavrov menyatakan dialog berlangsung dengan konstruktif. Namun, diakui Lavrov AS dan Rusia memang berbeda pendapat dalam masalah Ukraina.Adanya perbedaan visi mengenai masalah Ukraina menyebabkan menteri Luar Negeri Amerika Serikat dan Rusia menghelat pertemuan. Dialog antara John Kerry dan Sergei Lavrov dihelat di London, Inggris.Menurutnya, Rusia akan sangat menghargai hasil dari referendum yang akan dihelat di Crimea. Tetapi, dijelaskan Lavrov, AS tidak akan mengakui referendum tersebut. Demikian dilansir dari BBC, Sabtu (15/32014).Tidak hanya itu, Lavrov menegaskan Rusia sama sekali tidak ada keinginan untuk mengagresi Ukriana. Diketahui, tuduhan adanya agresi menjadi salah satu topik yang dibahas dalam perundingan ini.Seperti diketahui, masalah Ukraina semakin pelik setelah Rusia mendukung diadakannya referendum. Referendum ini dihelat untuk menentukan nasib Crimea untuk memilih Rusia apa Ukraina sebagai negara induk mereka.(Okz/Mt))