Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Pendeta Hingga Anak Menteri Diculik di Crimea

Pendeta Hingga Anak Menteri Diculik di Crimea

Admin - Minggu, 16 Maret 2014 08:12 WIB
Matatelinga - Sevastopol, Seorang pemimpin pro Rusia di Sevastopol dilaporkan telah diculik. Seperti diketahui, Sevastopol merupakan markas armada kapal Laut Hitam Rusia sejak Abad 18.Jelang referendum di Crimea, Gereja Katolik Yunani Ukraina menyatakan seorang pendeta telah ditangkap oleh orang bersenjata. Orang bersenjata itu menculik pendeta dari gereja di Sevastopol, Crimea,Sabtu (15/3/2014) waktu setempat.Seperti dilansir AFP, Minggu (16/3/2014), otoritas Gereja Katolik tersebut menyatakan, salah seorang pendeta dari angkatan bersenjata Ukraina, Mykola Kvich, diambil dari sebuah paroki (perkumpulan jemaat gereja) dekat pemakaman kota.Namun kepolisian setempat menyatakan Kvich telah ditahan dan kemudian dilepaskan. Saat polisi menelisik, sebanyak 10 rompi anti peluru malah ditemukan di kediaman Kvich.Penculikan itu terjadi setelah kelompok pro Rusia melaporkan satu dari sejumlah pemimpinnya telah diculik. Khalayak Crimea terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu kelompok yang ingin bergabung dengan Rusia dan kelompok yang ingin bergabung dengan Ukraina.Penculikan-penculikan tersebut dilaporkan terjadi terhadap kedua belah kelompok, entah siapa yang menculik. Gereja Katolik Yunani mempunyai pengaruh kuat di wilayah masyarakat berbahasa Ukraina sebelah barat. Gereja aliran ini juga disukai oleh para demonstran Maidan yang pro pemerintahan Barat di Kiev."Peranan pendeta mungkin menjadi alasan aksi penculikan oleh pasukan bersenjata di Crimea," kata pejabat Departemen Kependetaan Gereja Militer, Pendeta Lyubomyr Yavorskiy.(Dtc/Mt-01)


Tag:

Berita Terkait

Berita

'Catalonia Merdeka' 90,9% Dukung Referendum

Berita

Krisis Ekonomi, Rakyat Venezuela Tuntut Referendum

Berita

Cameron Tolak Beri Referendum Untuk Skotlandia

Berita

Referendum Catalonia Tak Akan Terjadi