Matatelinga - Jeddah, Kecelakaan terjadi ketika Tim Pelayanan Terpadu KJRI Jeddah yang terdiri dari 7 tujuh staf KJRI, termasuk pengemudi, direncanakan melakukan program outreach rutin berupa pelayanan terpadu (yandu) kekonsuleran, keimigrasian dan ketenagakerjaan di Kota Najran, pada 28 hingga 29 Maret 2014.
"Ikut serta dalam rombongan tersebut, seorang guru Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) bernama Suranianto Partosentono sebagai petugas drop-box Pemilu yang akan melaksanakan tugas dalam rangka Pileg 2014 di wilayah Najran," lanjut pernyataan tersebut.
Musibah kecelakaan tunggal lalu lintas menimpa Tim Pelayanan Terpadu (Yandu) KJRI Jeddah. Kecelakaan pada Jumat 28 Maret 2014 waktu setempat ini menyebabkan dua orang staf meninggal, dan seorang mengalami luka serius.
"Seorang staf yang dalam kondisi kritis saat ini masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit al-Nasir di wilayah Abha, sekira 650 kilometer selatan Jeddah," pernyataan KBRI Jeddah, Sabtu (29/3/2014).
Tim diketahui berangkat dari Jeddah dengan menggunakan kendaraan dinas CC10, Kamis 27 Maret 2014 malam, pukul 21.00 Waktu Arab Saudi. Setelah menempuh perjalanan sekitar 650 km dari Jeddah pada ruas jalan menuju kota Najran, pada Jumat 28 Maret 2014 pukul 05:00 dini hari waktu terjadi kecelakaan tunggal karena kendaraan mengalami pecah ban, kemudian terguling beberapa kali.
Dua orang meninggal diketahui bernama Matori Abdusyahid dan Suarnianto Partosentono. Sementara satu staf yang menderita luka berat dan dalam keadaan kritis dalah Muzafar Sahidu. Muzafar saat ini masih dirawat secara intensif di Abha.
Sedangkan lima staf KJRI yang selamat dan mengalami luka memar, adalah Jurman Saputra, Zainullah, Dimas Wisnu , Mulkanuddin, Sutisna.
(Okz/Mt-01)